Melihat Lebih Dekat Rumah Upin & Ipin

upin ipin“Rumah” atau production house (PH) serial dan film tokoh Upin & Ipin terletak di kawasan Shah Alam, Selangor, Malaysia (sekitar 40 km dari Kuala Lumpur). Terhitung sederhana, hanya berupa ruko berlantai 3. Kendati demikian, studio dengan patung katak dan gambar Upin & Ipin, paling mencolok di kompleks perkantoran itu. Ditambah lagi dengan restoran Geng’s (judul film Upin & Ipin) di sebelahnya, dan Boutique Upin & Ipin di belakangnya.

Orang menyebut studio pembuatan serial Upin & Ipin ini dengan Kantor Les’Copaque (baca: le kopak). Meski berbau Prancis, PH itu asli milik orang Melayu, Burhanuddin Bin MD Radzi (Managing Director). Menurut Burhan, Les’Copaque sebetulnya hanya bahasa plesetan saja, agar terdengar unik. Les’ berasal dari last atau terakhir dan kopek , istilah saat menarik kartu di Malaysia. Sehingga kurang lebih le kopek bermakna keberuntungan terakhir.

Untuk downloadnya anda bisa lihat di bawah ini :

Download Upin dan Ipin episode 1
Download Upin dan Ipin episode 2
Download Upin dan Ipin episode 3
Download Upin dan Ipin episode 4
Download Upin dan Ipin episode 5
Download Upin dan Ipin episode 6
Download Upin dan Ipin episode 7

Download Upin dan Ipin episode 8
Download Upin dan Ipin episode 9
Download Upin dan Ipin episode 10
Download Upin dan Ipin episode 11
Download Upin dan Ipin episode 12
Download Upin dan Ipin episode 13
Download Upin dan Ipin episode 14
Download Upin dan Ipin episode 15
Download Upin dan Ipin episode 16
Download Upin dan Ipin episode 17
Download Upin dan Ipin episode 18

Animasi memang bisnis spekluasi, sekaligus tantangan bagi Burhan. Awalnya, ia adalah pengusaha sukses di bidang perminyakan dan gas. Suatu ketika, Burhan berhenti dan menjual saham perusahaannya.

Nah, tiga mahasiswa (Mohd Nizam, Mohd Safwan, Usamah Zaid) animasi dari Multi Media University yang punya keinginan membuat film animasi 3 dimensi mendatangi Burhan agar dibiayai. Burhan dan istrinya, Ainun Ariff , menyambut permintaan itu. Mereka lalu terlibat membidani film yang lalu diberi tajuk Geng: Pengembaraan Bermula .

Menariknya, Ainun sebelumnya hanya ibu rumah tangga biasa. Hanya saja ia punya hobi menonton, entah film Bollywood, Hollywood, hingga film Indonesia. Belakangan, Ainun lah yang banyak terlibat dalam pembuatan cerita Upin & Ipin .

Karakter Upin & Ipin pada awalnya tokoh sampingan dari film Geng (karakter utama film Geng , remaja Badrol dan Lim). Namun, tingkah polah Upin & Ipin lebih mencuri perhatian khalayak di Malaysia. Di tahun 2007, si kembar “ditarik” untuk dibuat dalam serial teve khusus Ramadhan. Serial yang tiap episode berdurasi 7 menit itu dimaksudkan untuk mendidik anak-anak dalam berpuasa.

Cerita Upin & Ipin tahun pertama itu total dibuat oleh Burhan-Ainun. Pasangan yang telah dikaruniai 4 anak ini membuatnya berdasarkan pengalaman dan pengetahuannya semasa kecil dan sebagai orangtua. Dialog dibuat pendek-pendek khas anak-anak. “Kami sering membuat ceritanya di malam hari. Ibu yang bercerita, saya mengetik,” cerita Burhan.

Latar belakang kampung dan berbagai jenis permainan anak sengaja ditampilkan agar pemirsa orangtua pun bisa bernostalgia. “Jika anak bertanya mengenai hal itu, itulah tujuan yang kami inginkan ,” imbuh Burhan.

Tak disangka Upin & Ipin yang di Malaysia ditayangkan di TV 9, sukses. Kisahnya dinilai cukup berhasil menuturkan makna Ramadhan secara menarik. Seperti mengapa berpuasa, takbiran, sahur, nuzulul qur’an, Lebaran, dan sebagainya. Ceritanya dinilai banyak orangtua sebagai referensi dalam mendidik anak berpuasa. “Sampai sekarang DVD-nya banyak yang memesan. Bahkan, dari Amerika dan Australia.”

Kerja Les’ Copaque berlanjut di tahun-tahun berikutnya dengan membuat Upin & Ipin: Setahun Kemudian (2008) dan Upin & Ipin dan Kawan-Kawan (2009)

Burhan dan Ainun telah menyangka dalam tempo sekitar 4 tahun tayangan ini yang lalu menjadi idola banyak anak. Selain di TV 9 dan TPI, Upin & Ipin tayang di Disney Channel (disiarkan di17 negara). “Di Facebook penggemar dari Indonesia mendominasi. Penggemar dari Filipina kini mulai bermunculan,” ujar Burhan senang.

Sengaja Botak

Berawal sebagai karakter sampingan, Upin & Ipin diciptakan tak “sempurna”. Ada beberapa latar yang mengundang pertanyaan. Seperti, tentang siapa orangtua Upin & Ipin. Itu memang belum dipersiapkan, sehingga mereka dibuat menjadi anak yatim-piatu. “Karena enggak ada waktu, orangtuanya dibuat sudah meninggal, tapi belum dijelaskan kenapa,” jawab Burhan seraya tertawa.

Upin & Ipin pun dibuat kembar agar terlihat lucu, sedangkan kepala botak untuk menghemat. “Dalam animasi membuat rambut helai per helai itu memakan waktu dan biaya. Jadi mereka dibuat botak saja.”

Nama Upin & Ipin pun memiliki filosofi sendiri, yakni akronim dari U & I (You and I ). Sementara frase “Betul betul betul!” adalah jargon yang sengaja diciptakan untuk mengingatkan pada sang tokoh dan mudah ditirukan. Selain Upin & Ipin, tokoh lain juga memiliki kekhasan masing-masing. Seperti karakter Mail yang pedagang (juga) punya jargon, “Dua Singgit, dua singgit, dua singgit.”

Dengan misi mendidik, Ainun amat hati-hati menjaga tabiat, dialog, dan karakter para tokoh. Sebab, wanita yang senang dengan anak-anak ini menyadarai, seorang bocah amat mudah meniru apa yang ditonton. “Untuk itu Upin & Ipin menghindari adanya perkelahian dan melawan orangtua,” ujar Ainun yang punya tugas menyeleksi pemilihan kata dalam dialog.

Dengan standar kualitas yang terjaga, Ainun tak ingin dibuat tergesa-gesa dalam membuat cerita demi mengikuti keinginan pasar. Dalam sebulan Les’ Copaque mampu menciptakan 4 episode (masing-masing 7 menit). Mereka belum ingin menciptakan cerita dengan tokoh lain, sampai Upin & Ipin dianggap stabil dan mantap. Toh, bagi mereka Upin & Ipin merupakan tambang emas yang belum dieksplorasi secara maksimal.

Beberapa rencana ke depan, Theme Park Upin & Ipin akan didirikan di Ma­laysia dan memaksimalkan penjualan merchandise Upin & Ipin ke mancanegara. Selain itu, mereka akan mendirikan Les’ Copaque di Indonesia.

Kabar baru lainnya, Ahmad Dhani telah menyelesaikan lagu Upin & Ipin . Kata Burhan, bos Republik Cinta Management itu butuh waktu 2 bulan untuk menciptakannya. Lagu itu akan dinyanyikan band anak-anak Dhani (Al, El, dan Dul), The Lucky Laki. “Anak-anak Dhani penggemar Upin & Ipin . Dhani lah yang menawarkan diri untuk menciptakan lagu itu.”

Anak Ikang-Marisa

Kini Les’ Copaque punya sekitar 80 karyawan. Semuanya berusia muda (20-30an) dan sudah dianggap anak oleh Burhan-Ainun. Hanya saja, dari tiga anak muda yang menggagas Upin & Ipin , dua di antaranya memutuskan hengkang dari Les’ Copaque (Nizam & Safwan) dan mendirikan PH lain. Hanya Usamah (Pengarah Kreatif) yang bertahan.

Yang cukup menarik di antara 20 animator, ada seorang remaja Indonesia bernama Chikita Fawzi atau Kiki. Ia adalah anak bungsu dari pasangan Ikang Fawzi-Marisa Haque.

Kiki adalah mahasiswa Multi Media University Jurusan Film & Anima­tion. Ia mengaku tertarik bekerja di Les’ Copaque karena jatuh cinta dengan karakter Upin & Ipin. “Mereka lucu banget, sampai dalam hati saya berjanji akan belajar di sini, eh tercapai,” kata remaja yang sudah 3 tahun belajar di Malaysia ini.

Kiki menekuni bidang animasi, karena menurutnya amat menyenangkan dan membuat hatinya bahagia. “Saya ingin me­mulai karier dari sini, meski orangtua meminta saya cepat pulang. Saya lebih suka bekerja di belakang layar. Saya tak tertarik bermain film atau politik seperti orangtua atau kakak,” sebut Kiki yang direncanakan akan mengisi suara untuk karakter Susanti (anak dari Indonesia) di Upin & Ipin .

source: www.upindanipin.com

Incoming search terms:

This entry was posted in Catatan Perjalanan, Intermezzo and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *