Jokowi Jengkel Juga Kiat Esemka Dicibir

TEMPO.CO , Jakarta:– Wali Kota Surakarta Joko Widodo mengaku jengkel terhadap orang-orang yang dengan nada nyinyir mengkritik mobil Esemka. Menurut dia, meski belum sempurna, mobil rakitan anak-anak sekolah menengah kejuruan itu patut dibanggakan.

 

“Soal mobil ini bukan kemarin sore. Saya dicibir itu, marah saya,” kata Jokowi–panggilan akrab Joko Widodo–dalam wawancara khusus di kantor Redaksi Tempo Kamis 12 Januari 2012. Ia membantah tudingan Esemka menjadi “kendaraan” membangun image pribadinya.

 

Sebelumnya, sejumlah pejabat mengkritik Jokowi ataupun mobil Esemka. Misalnya, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo menilai langkah Jokowi mengganti mobil dinasnya dengan Kiat Esemka sebagai langkah sembrono. Sebab, kata dia, mobil itu belum teruji kelayakan dan sisi keselamatannya. “Kalau pas dikendarai nabrak kebo (kerbau), gimana?” katanya beberapa waktu lalu.

 

Bibit enggan menggunakan Kiat Esemka dengan alasan tersebut. “Itu (menggunakan mobil Esemka) hanya bagus untuk tagline untuk pencalonan presiden atau gubernur itu bagus,” kata Gubernur Jawa Timur Soekarwo.(Baca Kata Pakde Karwo, Esema Cocok Buat Tagline)

 

Menyikapi adanya suara-suara sumbang yang mengkritik mobil Kiat Esemka, Jokowi memilih tidak menanggapinya. Dia hanya meminta mereka yang mengkritik melihat semangat siswa SMK yang ingin menunjukkan bahwa mereka mampu dan bisa.

 

“Soal cibiran itu dari semuanya yang mencibir. Di Twitter, di awal-awal juga banyak yang mencibir karena belum saya terangin,” ujarnya. Namun ia menilai secara keseluruhan orang menilai positif rintisan modal nasional itu.

 

Gebrakan Jokowi memang kadung membuat Esemka menjadi isu nasional. Saat ini Wali Kota Solo dua periode itu memang disebut-sebut masuk daftar calon gubernur yang disiapkan Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Tapi ia menegaskan tak ingin Esemka diseret menjadi isu politik. “Saya maunya isu mobil saja,” katanya.

 

Jokowi menyatakan dirinya mempromosikan brand ambassador yang ditunjuk untuk mempromosikan Kiat Esemka. Esemka memang mendapat perhatian besar dari publik setelah Jokowi mengumumkan Esemka sebagai kendaraan dinas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo.

 

Padahal, kata dia, mobil Esemka sendiri pernah dipamerkan di sebuah pameran otomotif di Jakarta dua tahun lalu. “Tapi (dalam pameran itu) tidak ada yang melirik. Baru setelah saya pasangi AD-1, jadi ramai,” kata Jokowi.

 

Menurut dia, demam mobil Esemka memberi dampak positif dan harus dimanfaatkan betul, terutama sebagai momentum untuk kemunculan mobil nasional. Sambutan masyarakat yang begitu antusias disebutnya sebagai bagian dari kerinduan akan kebanggaan produk sendiri.

 

“Buat saya, ini simbol nasionalisme kita. Simbol perlawanan terhadap mobil-mobil impor,” Jokowi menegaskan. Dia menyebutkan Kiat Esemka nantinya dapat menjadi industri otomotif nasional dengan berbasis industri rumah tangga.

 

Komponen industri otomotif diproduksi oleh industri rumah tangga yang tersebar di banyak tempat. Komponen-komponen itu kemudian dirakit di mitra kerja. Pola ini mencontoh yang dilakukan Cina.

 

Jokowi tak berkecil hati, meski dikritik komponen meniru merek-merek yang sudah mapan. “Ini memang mesin-mesin bodi semuanya pada mulanya membongkari semua merek,” ujarnya.

 

Dikatakannya, hal itu juga pernah dilakukan Jepang, Korea, ataupun Cina saat merintis industri mereka. Bagi Jokowi, meniru bukanlah dosa. “Kita mau pintar kan.”

This entry was posted in Intermezzo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *