ACTIVITY BASE COSTING

Sumber : Ir. Betrianis MSi FTUI

PENGERTIAN

* Suatu metode yang mengukur biaya dan kinerja dari suatu proses yang berhubungan dengan aktivitas dan objek-ojek biaya.

* Pembebanan biaya berdasarkan penggunaan sumber-sumber daya dan pembebanan biaya kepada objek-objek biaya seperti: produk, pelanggan, berdasarkan aktivitas-aktivitas yang dilakukan.

* Pengakuan hubunqan timbal balik antara cost driver dan aktivifas.

MENENTUKAN JUMLAH COST DRIVER
Dalam ABC, dasar untuk mengalokasikan biaya overhead disebut pemicu biaya (Cost drivers).

Robin Cooper:
Jumlah minimum cost driver yang digunakan dalam sistem biaya tergantung pada tingkat ketepatan yang ingin dicapai dalam perhitungan biaya produksi.
Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam menentukan jumlah cost driver adalah:

1. Biaya pengukuran (cost of measurement)
2. Derajat korelasi (degree of correlation) antara pemicu biaya dan konsumsi overhead aktualnya

KLASIFIKASI AKTIVITAS DALAM ABC
Sistem ABC membagi aktivitas dalam dua kelompok:

Product driven activity

Product driven activity adalah aktivitas yang berhubungan dengan kegiatan merancang dan memproduksi suatu produk.

Customer driven activity

Customer driven activity adalah aktivitas yang berhubungan dengan kegiatan penawaran, pelayanan serta dukungan terhadap pelanggan atau pasar perusahaan.

Product driven activity

1. Unit level Biaya unit level adcilah biaya yang pasti bertambah ketika sebuah unit produk diproduksi yang sebanding dengan proporsi volume produk tersebut. Contoh: biaya bahan baku langsung yang semakin bertambah dengan bertambah jumlah produksi
2. Batch level : Biaya batch level adalah biaya yang disebabkan oleh sejumlah batches yang diproduksi dan terjual. Contoh: biaya setup mesin
3. Product level : Biaya ini merupakan biaya yang digunakan untuk mendukung produksi produk yang berbeda. Biaya ini tidak dipengaruhi oleh produksi dan penjualan satu atau beberapa unit batch. Contoh: biaya desain produk, pengembangan, prototipe, dan rekayasa produksi.
4. Facility (Plant) level : Biaya pada plant level merupakan biaya kapasitas pendukung pada tempat dilakukannya produksi. Contoh: biaya sewa, depresiasi, pajak properti dan asuransi bangunan pabrik.

Customer driven activity

1. Order level : Aktivitas ini berhubungan dengan order pelangqan. Biaya dibebankan lansung kepada penjualan dan pesanan yang dilakukan pelanggan secara individu. Contoh: biaya pengeriman pesanan, pengiriman serta tagihan.
2. Customer level : Aktivitas ini tidak berhubungan dengan pesanan, tetapi biaya yang terjadi dibebankan kepada pelanggan. Contóh: biaya tenaga penjualan, kredit dan penagihan.
3. Market level : Aktivitas ini dibutuhkan untuk memasuki atau mempertahankan pasar tertentu. Contoh: biaya research development (Pib), iklan, promosi dan pemasaran.
4. Channel level : Aktivitas ini dibutuhkan dalam saluran distribusi dan tidak ditentukan berdasarkan pesanan pelanggan atau pelanggan tertentu. Contoh kampanye promosi.
5. Enterprise level : Aktivitas ini dibutuhkan agar perusahaan dapat bertahan dalam bisnisnya, sedangkan biaya yang ditimbulkannya tidak dapat dibebankan pada level yang Iebih rendah. Contoh: lisensi, pajak, gaji direktur perusahaan

Incoming search terms:

This entry was posted in Kuliah Akuntansi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *